Kemarin malam saya karaoke dengan teman-teman saya. Berhubung tema karaoke saya malam ini adalah "Galau Night" tiba-tiba saya terpikir untuk menyanyikan lagu yang dipopulerkan oleh Agnes Monica. Berikut liriknya:
"Wajahmu, Hatimu, dan tentang dirimu
selalu kan berada di dalam hatiku
*Sejak awal bertemu
aku tau rasa itu
namun tak mungkin aku
untuk memilihmu
Dan Tak mungkin untukku
tuk menggapai cintamu
walau rasa di hati
ingin memilikimu
cinta harus berkorban
walau harus menunggu selamanya
Aku tau…
kau bukan untukku
back to *
Tuk menggapai cintamu
walau rasa di hati
ingin memilikimu
cinta harus berkorban
walau harus menunggu selamanya
Aku tau…
kau bukan untukku ..."
Sedih ya liriknya? :'( Tapi untuk sekedar informasi, ketika saya menyanyikannya tawa saya yang lebih sering meledak. Mengapa demikian? Terkadang ketika kesedihan kita telah sampai titik tertentu, di mana kita tahu tidak dapat melakukan apapun untuk mengubah keadaan, yang dapat kita lakukan hanya mengsugesti diri dengan tertawa. Dan hal tersebut bekerja, alih-alih saya meneteskan air mata *karena lirik tersebut begitu mengenanya, saya malah tertawa terbahak-terbahak. Mungkin mentertawakan hati saya yang begitu lemah, mungkin mentertawakan perasaan saya yang tidak dapat memilih, mungkin tertawa hanya untuk sekedar melepaskan beban di hati. Apakah membuat perasaan saya lebih baik? Iya. Apakah masalah saya masih ada? Masih. Kesimpulannya: Meskipun kita memiliki sebuah masalah, kita masih memiliki kendali untuk setidaknya mengontrol perasaan kita, kita memiliki pilihan untuk membuat perasaan kita menjadi lebih baik.
Warmest Regards,
Safyra Primadhyta
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
0 komentar:
Poskan Komentar